SMPN 23 Banjarmasin Budayakan Pemanfaatan Air Bekas untuk Mendukung Konservasi Lingkungan

Comment

Adiwiyata Bank Sampah Kegiatan

Banjarmasin – SMP Negeri 23 Banjarmasin terus menanamkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan sekolah. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan kembali air cucian beras, air cucian sayuran, dan sisa air minum sebagai bagian dari upaya konservasi air dalam mendukung Program Adiwiyata.

Seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan, membiasakan diri mengumpulkan air cucian beras, air cucian sayuran, dan sisa air minum yang masih layak dimanfaatkan. Air tersebut tidak langsung dibuang, melainkan digunakan kembali untuk menyiram lubang-lubang biopori yang tersebar di berbagai sudut lingkungan sekolah.

Pemanfaatan air bekas ini membantu menjaga kelembapan tanah di sekitar biopori sehingga proses penguraian sampah organik di dalamnya dapat berlangsung lebih optimal. Selain itu, kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu bentuk penghematan penggunaan air bersih sekaligus mengurangi limbah cair yang terbuang percuma ke saluran pembuangan.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sumber daya secara bijaksana. Mereka diajak memahami bahwa air bekas yang masih aman digunakan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kelestarian lingkungan tanpa mengurangi kualitas fungsinya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup hemat sumber daya. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah, SMP Negeri 23 Banjarmasin berhasil membangun budaya sekolah yang aktif dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) serta konservasi air dalam kehidupan sehari-hari. Melalui inovasi sederhana namun berdampak nyata ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Pemanfaatan air cucian beras, air cucian sayuran, dan sisa air minum menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *