• Adiwiyata

    Gerakan Tumbler SMP Negeri 23 Banjarmasin Inovasi Sekolah Mengurangi Sampah Plastik Melalui Budaya Membawa Tumbler Pribadi

    Banjarmasin – Dalam upaya mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, SMP Negeri 23 Banjarmasin terus mengembangkan berbagai inovasi ramah lingkungan. Salah satu program unggulannya adalah Gerakan Tumbler, yaitu pembiasaan seluruh peserta didik membawa tumbler pribadi setiap hari sebagai wadah minum selama berada di sekolah.

    Gerakan ini merupakan bagian dari implementasi Program Adiwiyata sekaligus bentuk nyata komitmen sekolah dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Melalui kebijakan ini, seluruh siswa dibiasakan untuk tidak lagi menggunakan botol maupun gelas plastik sekali pakai saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

    Yang menarik, inovasi ini juga didukung oleh kantin sekolah yang tidak lagi menyediakan minuman dalam botol maupun gelas plastik sekali pakai. Setiap siswa yang membeli minuman di kantin diwajibkan membawa tumbler masing-masing. Minuman yang dibeli akan langsung diisikan ke dalam tumbler milik siswa, sehingga tidak menghasilkan sampah plastik dari kemasan minuman.

    Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh warga sekolah. Ratusan peserta didik tampak antusias membawa tumbler dengan berbagai warna dan desain sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Selain mengurangi sampah plastik, kebiasaan ini juga menanamkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.

    Melalui pembiasaan sederhana ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin berhasil menciptakan budaya baru di lingkungan sekolah. Kini, pemandangan botol plastik sekali pakai yang sebelumnya sering ditemukan di area sekolah hampir tidak terlihat lagi. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, nyaman, dan sehat karena berkurangnya timbulan sampah plastik setiap harinya.

    Kepala SMP Negeri 23 Banjarmasin menyampaikan bahwa Gerakan Tumbler bukan sekadar aturan, tetapi merupakan pendidikan karakter yang membentuk kebiasaan baik bagi peserta didik.

    “Kami ingin menanamkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Membawa tumbler sendiri dan menggunakannya saat membeli minuman di kantin merupakan langkah kecil yang jika dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.”

    Program ini diharapkan mampu menjadi budaya yang terus melekat pada seluruh warga sekolah, bahkan diterapkan di lingkungan rumah dan masyarakat. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menjadi pelajar yang peduli lingkungan di sekolah, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mengurangi sampah plastik di kehidupan sehari-hari.

    Melalui Gerakan Tumbler, SMP Negeri 23 Banjarmasin membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Semangat membawa tumbler sendiri menjadi simbol komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

    Published by:
  • Adiwiyata Bank Sampah Kegiatan

    SMPN 23 Banjarmasin Budayakan Pemanfaatan Air Bekas untuk Mendukung Konservasi Lingkungan

    Banjarmasin – SMP Negeri 23 Banjarmasin terus menanamkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan sekolah. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan kembali air cucian beras, air cucian sayuran, dan sisa air minum sebagai bagian dari upaya konservasi air dalam mendukung Program Adiwiyata.

    Seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan, membiasakan diri mengumpulkan air cucian beras, air cucian sayuran, dan sisa air minum yang masih layak dimanfaatkan. Air tersebut tidak langsung dibuang, melainkan digunakan kembali untuk menyiram lubang-lubang biopori yang tersebar di berbagai sudut lingkungan sekolah.

    Pemanfaatan air bekas ini membantu menjaga kelembapan tanah di sekitar biopori sehingga proses penguraian sampah organik di dalamnya dapat berlangsung lebih optimal. Selain itu, kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu bentuk penghematan penggunaan air bersih sekaligus mengurangi limbah cair yang terbuang percuma ke saluran pembuangan.

    Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sumber daya secara bijaksana. Mereka diajak memahami bahwa air bekas yang masih aman digunakan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kelestarian lingkungan tanpa mengurangi kualitas fungsinya.

    Kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup hemat sumber daya. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah, SMP Negeri 23 Banjarmasin berhasil membangun budaya sekolah yang aktif dalam menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) serta konservasi air dalam kehidupan sehari-hari. Melalui inovasi sederhana namun berdampak nyata ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Pemanfaatan air cucian beras, air cucian sayuran, dan sisa air minum menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata.

    Published by:
  • Adiwiyata KBM

    SMPN 23 Banjarmasin Berinovasi melalui Ecoprint, Manfaatkan Tanaman Sekolah Menjadi Karya Bernilai Seni

    Banjarmasin – SMP Negeri 23 Banjarmasin terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan melalui kegiatan pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Program Adiwiyata yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan kreativitas peserta didik.

    Dalam kegiatan ini, siswa memanfaatkan daun dan bunga yang berasal dari kebun sekolah sebagai bahan utama untuk menghasilkan motif alami pada kain tote bag. Beragam tanaman dimanfaatkan sesuai karakter bentuk dan warna daunnya sehingga menghasilkan karya yang unik tanpa menggunakan pewarna kimia berbahaya.

    Melalui proses penyusunan daun, pemukulan (hammering), hingga terbentuknya motif pada kain, siswa belajar bahwa tanaman di sekitar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memiliki nilai edukatif, estetis, dan ekonomis. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan konsep pemanfaatan sumber daya alam secara bijak serta mendorong penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan.

    Kepala sekolah dan guru turut mendampingi siswa selama proses berlangsung. Antusiasme peserta didik terlihat dari semangat mereka dalam bereksperimen mengombinasikan berbagai jenis daun dan bunga untuk menghasilkan motif terbaik. Hasil ecoprint yang dibuat kemudian dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas siswa.

    Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kreativitas, melatih ketelitian, mengembangkan keterampilan motorik, menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan, serta membangun karakter peduli dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan kekayaan hayati yang ada di sekolah.

    Melalui inovasi ecoprint ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin berharap peserta didik semakin memahami bahwa lingkungan sekolah merupakan sumber belajar yang kaya dan dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bermanfaat. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata secara berkelanjutan.

    Published by:
  • Adiwiyata Bank Sampah KBM

    Murid SMPN 23 Banjarmasin Ubah Daun Kering Menjadi Kompos Melalui Komposter

    Banjarmasin – SMP Negeri 23 Banjarmasin terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai inovasi dalam Program Adiwiyata. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pemanfaatan daun-daun kering yang gugur di lingkungan sekolah menjadi pupuk kompos menggunakan komposter.

    Daun-daun kering yang sebelumnya menjadi sampah organik dikumpulkan oleh peserta didik, kemudian dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil agar proses penguraian berlangsung lebih cepat. Setelah itu, daun yang telah dicacah dimasukkan ke dalam komposter dan ditambahkan cairan dekomposer serta air secukupnya untuk mempercepat proses fermentasi. Seluruh bahan diaduk hingga merata, kemudian komposter ditutup rapat dan didiamkan selama beberapa minggu. Selama proses tersebut, peserta didik secara berkala memantau kondisi komposter dan mengaduk bahan agar proses pengomposan berjalan optimal.

    Setelah proses penguraian selesai, kompos yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan berbagai tanaman di lingkungan sekolah, seperti tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), dan tanaman di kebun sekolah. Melalui kegiatan ini, sampah organik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

    Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada peserta didik mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Mereka memahami bahwa limbah organik dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai guna apabila dikelola dengan benar.

    Selain meningkatkan pengetahuan tentang proses pengomposan, kegiatan ini juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan, tanggung jawab, gotong royong, serta kebiasaan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Melalui inovasi ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin terus berkomitmen mewujudkan sekolah yang hijau, bersih, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata.

    Published by:
  • SISTEM PENERIMAAN MURID BARU TA 2025/2026

    SMP Negeri 23 Banjarmasin Calon sekolah Adiwiyata Nasional, telah membuka Pendaftaran Peenerimaan murid baru tahun ajaran 2025/2026

    “Sekolah yang menjamin terlaksananya kegiatan beribadah yaitu tadarus al-qur’an setiap pagi dan sholat dzuhur berjamaah (bagi yang non muslim membaca al-kitab)”

    Pendaftaran secara online melalui link pendaftaran berikut : https://banjarmasin.spmb.id

    Continue reading Published by:
  • Perpisahaan Sekolah TA 2023/2024

    Tidak terasa waktu berlalu kini tiba saatnya sekolah kami melepas peserta didik diakhir Tahun Pelajaran 2023/2024 sejumlah kurang lebih 200 peserta didik. Semoga mereka semua terus melanjutkan pendidikan tingkat menengah sesuai dengan sekolah yang mereka inginkan. Tetap semangat dan tetap berprestasi menjadi tunas unggul bagi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Inodonesia.

    Continue reading Published by:
  • KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN 1444 H

    Kegiatan pesantren ramadhan 1444 H yang dilaksanakan selamata 3 hari pada tanggal 27-29 Maret 2023. dimana kegiatan pesantren ramadhan tersebut melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah, Tadarus Al-Qur’an, Menulis dan Menghafal Surah Pendek, dan ditutup dengan Ceramah Agama. yang mana kegiatan pesantren ramadhan tersebut dilaksanakan selama 3 hari bergantian antar tingkat kelas.  

    Continue reading Published by: