Category Archives: KBM

Kegiatan belajar mengajar

SMPN 23 Banjarmasin Berinovasi melalui Ecoprint, Manfaatkan Tanaman Sekolah Menjadi Karya Bernilai Seni

Adiwiyata KBM

Banjarmasin – SMP Negeri 23 Banjarmasin terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan melalui kegiatan pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Program Adiwiyata yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan kreativitas peserta didik.

Dalam kegiatan ini, siswa memanfaatkan daun dan bunga yang berasal dari kebun sekolah sebagai bahan utama untuk menghasilkan motif alami pada kain tote bag. Beragam tanaman dimanfaatkan sesuai karakter bentuk dan warna daunnya sehingga menghasilkan karya yang unik tanpa menggunakan pewarna kimia berbahaya.

Melalui proses penyusunan daun, pemukulan (hammering), hingga terbentuknya motif pada kain, siswa belajar bahwa tanaman di sekitar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memiliki nilai edukatif, estetis, dan ekonomis. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan konsep pemanfaatan sumber daya alam secara bijak serta mendorong penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan.

Kepala sekolah dan guru turut mendampingi siswa selama proses berlangsung. Antusiasme peserta didik terlihat dari semangat mereka dalam bereksperimen mengombinasikan berbagai jenis daun dan bunga untuk menghasilkan motif terbaik. Hasil ecoprint yang dibuat kemudian dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas siswa.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kreativitas, melatih ketelitian, mengembangkan keterampilan motorik, menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan, serta membangun karakter peduli dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan kekayaan hayati yang ada di sekolah.

Melalui inovasi ecoprint ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin berharap peserta didik semakin memahami bahwa lingkungan sekolah merupakan sumber belajar yang kaya dan dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bermanfaat. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata secara berkelanjutan.

Published by:

Murid SMPN 23 Banjarmasin Ubah Daun Kering Menjadi Kompos Melalui Komposter

Adiwiyata Bank Sampah KBM

Banjarmasin – SMP Negeri 23 Banjarmasin terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai inovasi dalam Program Adiwiyata. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pemanfaatan daun-daun kering yang gugur di lingkungan sekolah menjadi pupuk kompos menggunakan komposter.

Daun-daun kering yang sebelumnya menjadi sampah organik dikumpulkan oleh peserta didik, kemudian dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil agar proses penguraian berlangsung lebih cepat. Setelah itu, daun yang telah dicacah dimasukkan ke dalam komposter dan ditambahkan cairan dekomposer serta air secukupnya untuk mempercepat proses fermentasi. Seluruh bahan diaduk hingga merata, kemudian komposter ditutup rapat dan didiamkan selama beberapa minggu. Selama proses tersebut, peserta didik secara berkala memantau kondisi komposter dan mengaduk bahan agar proses pengomposan berjalan optimal.

Setelah proses penguraian selesai, kompos yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan berbagai tanaman di lingkungan sekolah, seperti tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), dan tanaman di kebun sekolah. Melalui kegiatan ini, sampah organik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada peserta didik mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Mereka memahami bahwa limbah organik dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai guna apabila dikelola dengan benar.

Selain meningkatkan pengetahuan tentang proses pengomposan, kegiatan ini juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan, tanggung jawab, gotong royong, serta kebiasaan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Melalui inovasi ini, SMP Negeri 23 Banjarmasin terus berkomitmen mewujudkan sekolah yang hijau, bersih, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Program Adiwiyata.

Published by: