SMPN 23 BANJARMASIN BUDAYAKAN 8S

Comment

Adiwiyata

Karakter merupakan ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, berperilaku, dan bertindak untuk hidup dan menjalin kerjasama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun di masyarakat.

Budayakan 8S. Suasana hangat di pintu gerbang

SMPN 23 Banjarmasin adalah sekolah tempat untuk menimba ilmu juga untuk menanamkan karakter baik pada peserta didiknya. Diharapkan mampu melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang berprestasi dibidang akademik dan memiliki karakter mulia. Sebagai upaya penanaman karakter baik pada peserta didiknya, maka SMPN 23 Banjarmasin melaksanakan dan menanamkan BUDAYA 8 S pada seluruh warga sekolah.

Budaya 8 S adalah budaya untuk membiasakan diri agar selalu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Semangat, Sukses, dan Sepenuh hati dalam setiap keadaan.

Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas dan komitmen.

Di tulis oleh Ibu Euis F., M.Pd (Manejer Adiwiyata SMPN 23 Banjarmasin)

Budaya 8 S adalah budaya untuk membiasakan diri agar selalu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Semangat, Sukses, dan Sepenuh hati dalam setiap keadaan.

Senyum, yaitu menggerakkan sedikit raut muka serta bibir agar orang lain merasa nyaman melihat kita ketika bertemu bertatap muka, kapan dan dimanapun berada. Senyuman akan menambah manis wajah. Kata-kata yang disampaikan dengan senyuman yang tulus akan lebih bermakna dan terasa enak didengar daripada wajah yang bengis dan ketus.

Salam, yaitu ucapan salam ketika bertemu. Salam dilakukan dengan ketulusan mampu mencairkan suasana yang kaku dan terasa lebih nyaman. Salam dalam hal ini bukan hanya berjabat tangan melainkan juga mengucapkan salam menurut agama dan keyakinan yang di anutnya.

Sapa, adalah tegur sapa yang diucapkan dengan ramah membuat suasana menjadi hangat dan lebih akrab sehingga lawan bicara merasa sangat dihargai.

Budayakan 8 S. Sambut kedatangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.

Sopan, adalah suatu keadaan dimana kita bersikap menghargai orang lain seperti sopan ketika kita duduk, sopan ketika lewat di depan orang yang lebih tua, sopan ketika berbicara maupun ketika berinteraksi dengan orang lain.

Santun, adalah sifat istimewa yang dimiliki seseorang karena kemampuannya untuk mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Memiliki jiwa mulia mampu mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain semata mata untuk kebaikan.

Semangat, adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Semangat berfungsi sebagai penggerak atau pendorong batin untuk bertindak. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki semangat yang bagus, sikap dan perilakunya akan terlihat dinamis.

Sukses, adalah kemampuan untuk menjalani hidup sesuai dengan keinginan untuk melakukan apa yang paling dinikmati. Sukses dapat pula diartikan kemampuan seseorang untuk membawa dirinya melakukan hal terbaik dan menghindari hal yang buruk.

Sepenuh hati, yaitu keadaan dimana seseorang ikhlas mengerjakan, tulus melakukan dengan sepenuh hati tanpa paksaan atau terpaksa.

Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk belajar, menciptakan kerjasama, memimpin dan melayani. Ketika kita bekerja dengan hati, maka kemauan kita akan lebih kuat, pikiran akan semakin tajam, sehingga bisa lebih produktif. Guru sebagai pendidik sudah seharusnya mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk merubah sikap yang kurang baik menjadi lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *